Skip to main content

MENGENAL DAUR HIDUP KATAK

Katak atau Kodok merupakan salah satu binatang yang kerap dijumpai disekitar kita. Katak merupakan salah satu hewan yang mengalami proses metamorfosis. Secara sederhana daur hidup seekor katak digambarkan dalam skema dibawah ini



Berawal pada saat katak betina dewasa mulai bertelur, Ketika usia telur sekitar 1 minggu lebih atau sekitar 10 hari akan menetas. Dari awalnya telur katak setelah menetas, telur katak tadi akan menjadi Berudu atau masyarakat biasa menyebutnya Kecebong.

Berudu atau Kecebong akan hidup di air dan akan memiliki insang luar yang berbulu untuk bernapas setelah berusia 2 hari. Insang Berudu atau Kecebong akan tertutup oleh kulit setelah berumur 3 minggu. Setelah berumur sekitar 8 minggu, kaki belakang Berudu atau Kecebong akan terbentuk kemudian membesar dan kaki depan mulai muncul. Pada saat berumur sekitar 12 minggu, kaki depan Berudu atau Kecebong mulai berbentuk, insang tak berfungsi lagi dan ekor Berudu atau Kecebong menjadi pendek serta akan bernapas dengan paru-paru. Berudu atau Kecebong akan berubah menjadi Katak Muda. Katak tersebut akan tumbuh menjadi Katak dewasa dan kembali berkembang biak.

Setelah katak dewasa jarang berada di air malah lebih sering di daratan, Biasanya katak dewasa kembali ke air hanya untuk bertelur.

Demikian daur hidup seekor katak.

Related Post

Comments

Artikel Baru

Kumpulan Lengkap Kakawihan Anak-anak Bahasa Sunda

Buat sobat dhira yang lagi cari PR bahasa sunda tentang kakawihan anak-anak atau kakawihan barudak dalam bahasa sunda bisa cari disini. Dibawah ini beberapa kumpulan kakawihan anak-anak bahasa sunda yang terkenal atau sering dinyanyikan ditatar sunda. Tapi itu dulu, lamun ayeuna mah sudah tergantikan oleh lagu coboy junior dan lain-lain. Tapi sebagai urang sunda mestinya kita bisa mengajarkan kakawihan ini untuk anak-anak sambil nostalgia waktu masih kecil. Kakawihan anak-anak atau barudak berikut ini diperoleh dari berbagai sumber.

Baca : Cara Kredit Motor Syariah

Kakawihan anak bahasa sunda ayang-ayang gung


Ayang-ayang gung
Gung goongna rame
menka Ki Wastanu
Nu jadi wadana
Naha maneh kitu
Tukang olo-olo
Loba anu giruk
Ruket jeung kompeni
Niat jadi pangkat
Katon kagorengan
Ngantos kanjeng dalem
Lempa lempi lempong
Ngadu pipi jeung nu ompong
Jalan ka Batawi ngemplong

Baca : Ternyata Dijumpai Green Canyon di Karawang

Kakawihan anak bahasa sunda oray-orayan

Oray-orayan, luar léor mapay sawa…

SINONIM-SINONIM BAHASA SUNDA

Sinonim atau persamaan kata tidak hanya ada dalam bahasa Indonesia saja, bahasa daerah seperti bahasa Sunda pun memilikinya. Sinonim bahasa Sunda yaitu

"Sinonim nyaéta kecap anu béda tapi mibanda harti anu jiga atawa sarua"
Berikut beberapa kata Sinonim dalam Bahasa Sunda
Sinonim bahasa Sunda Silih ajenan = Silih hargaan
Sinonim bahasa Sunda Supaya = Sangkan
Sinonim bahasa Sunda Wejangan =  Papatah
Sinonim bahasa Sunda Dahar = Neda
Sinonim bahasa Sunda Asli = pituin
Sinonim bahasa Sunda Awewe = wanoja
Sinonim bahasa Sunda Beunghar = jegud
Sinonim bahasa Sunda Bodo = belet
Sinonim bahasa Sunda Balik = mulang
Sinonim bahasa Sunda Kandel = Kedewil
Sinonim bahasa Sunda Alus = Sae
Sinonim bahasa Sunda Asri = Endah
Sinonim bahasa Sunda Ayeuna = Kiwari
Sinonim bahasa Sunda Badarat = Leumpang
Sinonim bahasa Sunda Baheula = Bareto
Sinonim bahasa Sunda Banga = Hese
Sinonim bahasa Sunda Beurat = Abot
Sinonim bahasa Sunda Bikang =  Awewe
Sinonim bahasa Sunda Gampang =  Babari
Sinonim bahasa Sunda Gancang …

CONTOH-CONTOH PUPUH ASMARANDANA BAHASA SUNDA

Berikut ini beberapa contoh-contoh Pupuh Asmarandana dalam bahasa Sunda. Pupuh Asmarandana kebanyakan berisi tentang petuah atau piwuruk dalam bahasa Sunda. Salah satu jenis puisi dalam bahasa Sunda yaitu Pupuh. Seperti yang diketahui pupuh dikelompokan kedalam dua kelompok  yaitu kelompok Sekar Alit dan Kelompok Sekar Ageung. Pupuh Asmaranda masuk kedalam kelompok pupuh Sekar Ageung
Aturan yang dipergunakan dalam membuat pupuh disebut dengan Guru lagu dan Guru Wilangan. Pupuh Asmarandana menggunakan rumus  Guru Wilangan dan Guru Lagu : 8-i, 8-a, 8-é/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a  Padalisan: 7
Contoh Pupuh Asmaranda  Ngariung di tengah bumi,
pun biang sareng pun bapa,
jisim abdi diuk mando,
husu ngupingkeun pituah,
piwejang ti anjeunna,
pituduh laku rahayu,
piwejang sangkan waluya.

Jalma kudu silihasih
kudu sing miboga rasa
ulah nganyenyeri hate
ka sakum dulur anu aya
mun nyaah ka sasaha
hidep hirupna saluyu
saluyu tur loba harta

Eling-eling mangka eling
Rumingkang di bumi alam
Darma wawayangan…

Kumpulan Nama-nama Keperluan Sekolah Dalam Bahasa Sunda

Nama-nama peralatan sekolah dalam bahasa sunda terkadang dijumpai mirip dengan bahasa Indonesia. Bahkan ada juga yang mirip dengan bahasa daerah suku tertentu di tanah air. Jadi sebenarnya meskipun seseorang bukan berasal dari suku sunda bisa paham apa yang dimaksud karena kemiripan bahasa tadi.


Nama-nama Keperluan sekolah Dalam Bahasa Sunda


Tas = Kantong
Topi = Topi
Sepatu = Sapatu
Tali Sepatu = Tali Sapatu
Baju Seragam = Acuk Saragam
Celana = Calana
Pulpen = Pulpen
Pensil = Patlot
Buku = Buku
Penghapus = Panghapus

Penggaris = Jidar
Serutan Pensil = Panyerut Patlot
Sabuk = Beber
Kaos Kaki = Kaos Kaki

Semoga membantu,..


Cara Membuat Pupuh Kinanti Bahasa Sunda

Dalam kesusastraan sunda dikenal bermacam-macam nama pupuh, kurang lebih sekitar 17 nama pupuh. Pupuh adalahbentuk puisi tradisional Jawa yang memiliki jumlah suku kata dan rima tertentu di setiap barisnya (https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuh). 
Nama-nama Pupuh  Dangdanggula,Sinom,Asmarandana,Kinanti,Durma,Pangkur,Mijil,Pucung,Maskumambang,Magatru,Wirangrong,Balakbak,Ladrang,Gambuh,Gurisa,LambangJurudemung Untuk memudahkan menghapal nama-nama pupuh sunda diatas kita singkat saja menjadi DaSi AKi DurPaMiCung MasMaWira BaLaGam GuLaJur.

BaCa: Contoh sajak bahasa Sunda
Pupuh Kinanti Dalam membuat sebuah pupuh harus mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu yang sudah baku. Setiap pupuh memiliki ketentuan yang berbeda-beda, Dalam membuat pupuh Kinanti harus memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini :
Setiap bait terdiri dari 6 barisBaris 1 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “u” atau dengan rumus : 8-uBaris 2 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “i” atau dengan rumus :  8-iBaris 3…
Copyright © 2014 | Dhira | All Right Reserved |Power by Blogger
About Us|Privacy Policy|Disclaimer