Skip to main content

SEKILAS INFO REKSADANA SYARIAH

Tidak hanya dalam dunia perbankkan yang sudah mengadopsi syariah, kini duni investasi pun sudah ada dua yaitu konvensional dan syariah. Reksadana sebagai salah satu produk investasi memiliki dua jenis yaitu reksadana biasa dan reksadana syariah. Dengan investasi kita bisa meningkatkan nilai asset yang dimiliki menjadi lebih besar, reksadana merupakan salah satu investasi yang mulai digandrungi oleh masyarakat luas.

Pengertian reksadana sendiri secara sederhana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Di reksadana kita bisa berinvestasi mulai dari Rp 10.000. Dan ini yang membedakan investasi reksadana dengan investasi lainnya.



keuntungan reksadana


 

Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional


Reksa Dana Syariah
Reksa Dana Konvensional
- Dikelola sesuai prinsip syariah - Dikelola tanpa memperhatikan prinsip syariah
- Investasi hanya pada Efek Syariah - Investasi pada seluruh efek
- Terdapat mekanisme pembersihan harta Non-Halal (cleansing) - Tidak menggunakan konsep pembersihan harta
- Wajib dikelola oleh profesional yang mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah dan diawasi oleh DPS - Profesional yang mengelola tidak wajib mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah

Untuk lebih jelas tentang tata cara reksadana syariah bisa dibaca pada bab II Fatwa MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syairah.

Cleansing

Salah satu yang membedakan reksadana syraiah dan reksadana konvensional adalah terdapatnya mekanisme pembersihan harta Non-Halal atau biasa disebut Cleansing.

Dalam reksadana syariah yang dieprhatikan tidak selalu faktor keuntungan saja. Faktor kehalalan dan keberkahan dalam berinvestasi juga harus diperhatikan. Salah satu tujuan dari cleansing adalah untuk membersihkan investasi yang dilakukan dari adanya riba. 

Selamat berinvestasi, pilih investasi yang syariah agar halal dan berkah.
Hati-hati dalam berinvestasi, karena investasi selain mendapatkan keuntungan juga bisa mendapatkan kerugian, gunakanlah asset atau uang dingin ketika berinvestasi, agar ketika mendapat kerugian tidak terlalu beresiko terhadap keuangan keluarga.

Related Post

Comments

Copyright © 2014 | Dhira | All Right Reserved |Power by Blogger
About Us|Privacy Policy|Disclaimer