Skip to main content

Kata Sunda Serapan dari Bahasa Asing (Kecap Serapan tina Basa Deungeun)

Dalam kosa kata bahasa Sunda banyak dijumpai kata-kata serapan seperti dalam bahasa Indonesia. Kata atau kecap dalam bahasa Sunda yang berasal dari bahasa Asing sering kita dengar ditengah masyarakat dan sudah jadi bahasa sehari-hari. Kadang kita tidak menyadari bahwa kecap atau kata tersebut bukan kecap asli bahasa Sunda tetapi kecap serepan (kata serapan) dari basa Deungeun (bahasa Asing). Dibawah ini beberapa kecap serepan Basa Deungeun yang sering diucapkan sehari-hari

Contoh Kecap-kecap Sunda Serapan tina Basa Deungeun

  1. Kulkas = Koelkast
  2. Kamar (ruangan) = Kamer
  3. Saklar = Schakelaar
  4. Keran  = Kraan
  5. Kubus  = Kubus
  6. Dus  = Doos
  7. Soak = Zwak
  8. Baut - bout
  9. mur  = Moer
  10. Etalase = Etalage
  11. Pantofel = Pantoffel
  12. Ban = Band
  13. Pabrik = Fabriek
  14. Setrum = Stroom
  15. Spaneng = Spanning
  16. Karton= Karton
  17. Kuas = Kwast
  18. Akte/ Akta  = Akte
  19. Telat = Te laat
  20. Toren
  21. ahir - akhir
  22. akal - aqal
  23. gaib - ghaib
  24. bodi - body
  25. hen - hand
  26. pinalti= Finalty
  27. komputer- computer
  28. spiker - speaker
  29. foto kopi - photo copy
  30. bodigar - body guard
  31. televisi - television
  32. angpaw
  33. cap
  34. cét
  35. emih
  36. kecap
  37. loténg
  38. tauco
  39. bapaw
  40. capcay
  41. cingcaw
  42. lihay
  43. pécay
  44. moci
  45. siomay
Contoh-contoh diatas merupakan kata-kata atau kecap serapan dalam bahasa sunda yang bersumber dari bahasa asing atau deungeun yang berasal dari bahasa Belanda, bahasa Arab, bahasa Cina dan lain-lain. Karena sudah terbiasa dan dipakai setiap hari kecap serapan ini seolah-olah kecap atau kata-kata asli bahasa Sunda.

Related Post

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kumpulan Lengkap Kakawihan Anak-anak Bahasa Sunda

Buat sobat dhira yang lagi cari PR bahasa sunda tentang kakawihan anak-anak atau kakawihan barudak dalam bahasa sunda bisa cari disini. Dibawah ini beberapa kumpulan kakawihan anak-anak bahasa sunda yang terkenal atau sering dinyanyikan ditatar sunda. Tapi itu dulu, lamun ayeuna mah sudah tergantikan oleh lagu coboy junior dan lain-lain. Tapi sebagai urang sunda mestinya kita bisa mengajarkan kakawihan ini untuk anak-anak sambil nostalgia waktu masih kecil. Kakawihan anak-anak atau barudak berikut ini diperoleh dari berbagai sumber.

Baca : Cara Kredit Motor Syariah

Kakawihan anak bahasa sunda ayang-ayang gung


Ayang-ayang gung
Gung goongna rame
menka Ki Wastanu
Nu jadi wadana
Naha maneh kitu
Tukang olo-olo
Loba anu giruk
Ruket jeung kompeni
Niat jadi pangkat
Katon kagorengan
Ngantos kanjeng dalem
Lempa lempi lempong
Ngadu pipi jeung nu ompong
Jalan ka Batawi ngemplong

Baca : Ternyata Dijumpai Green Canyon di Karawang

Kakawihan anak bahasa sunda oray-orayan

Oray-orayan, luar léor mapay sawa…

CONTOH-CONTOH PUPUH ASMARANDANA BAHASA SUNDA

Berikut ini beberapa contoh-contoh Pupuh Asmarandana dalam bahasa Sunda. Pupuh Asmarandana kebanyakan berisi tentang petuah atau piwuruk dalam bahasa Sunda. Salah satu jenis puisi dalam bahasa Sunda yaitu Pupuh. Seperti yang diketahui pupuh dikelompokan kedalam dua kelompok  yaitu kelompok Sekar Alit dan Kelompok Sekar Ageung. Pupuh Asmaranda masuk kedalam kelompok pupuh Sekar Ageung
Aturan yang dipergunakan dalam membuat pupuh disebut dengan Guru lagu dan Guru Wilangan. Pupuh Asmarandana menggunakan rumus  Guru Wilangan dan Guru Lagu : 8-i, 8-a, 8-é/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a  Padalisan: 7
Contoh Pupuh Asmaranda  Ngariung di tengah bumi,
pun biang sareng pun bapa,
jisim abdi diuk mando,
husu ngupingkeun pituah,
piwejang ti anjeunna,
pituduh laku rahayu,
piwejang sangkan waluya.

Jalma kudu silihasih
kudu sing miboga rasa
ulah nganyenyeri hate
ka sakum dulur anu aya
mun nyaah ka sasaha
hidep hirupna saluyu
saluyu tur loba harta

Eling-eling mangka eling
Rumingkang di bumi alam
Darma wawayangan…

Cara Membuat Pupuh Kinanti Bahasa Sunda

Dalam kesusastraan sunda dikenal bermacam-macam nama pupuh, kurang lebih sekitar 17 nama pupuh. Pupuh adalahbentuk puisi tradisional Jawa yang memiliki jumlah suku kata dan rima tertentu di setiap barisnya (https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuh). 
Nama-nama Pupuh  Dangdanggula,Sinom,Asmarandana,Kinanti,Durma,Pangkur,Mijil,Pucung,Maskumambang,Magatru,Wirangrong,Balakbak,Ladrang,Gambuh,Gurisa,LambangJurudemung Untuk memudahkan menghapal nama-nama pupuh sunda diatas kita singkat saja menjadi DaSi AKi DurPaMiCung MasMaWira BaLaGam GuLaJur.

BaCa: Contoh sajak bahasa Sunda
Pupuh Kinanti Dalam membuat sebuah pupuh harus mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu yang sudah baku. Setiap pupuh memiliki ketentuan yang berbeda-beda, Dalam membuat pupuh Kinanti harus memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini :
Setiap bait terdiri dari 6 barisBaris 1 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “u” atau dengan rumus : 8-uBaris 2 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “i” atau dengan rumus :  8-iBaris 3…

Pupuh Kinanti Kembang Ros

Dalam membuat sebuah pupuh telah ditentukan aturannya secara baku. Dengan aturan yang baku ini kita bisa membuat Pupuh Kinanti buatan sendiri. Tema pupuh kinanti yang akan dibuat bebas yang penting tidak melanggar patokan. Tema pupuh kinanti tentang hewan, kembang, budi pekerti buah-buahan dan sebagainya. Berikut ini contoh Pupuh Kinanti yang bertema tentang kembang-kembangan (bunga) yaitu menceritakan tentang Kembang Ros.

Pupuh Kinanti Judul Kembang Ros
Kembang ros kumatak lucu
Nya alus rupana seungit

Henteu aya papadana
Ratuning kembang sajati

Mustikaning patamanan
Seungit manis ngadalingding


Rumus pupuh diatas
Baris 1 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “u” atau dengan rumus : 8-uBaris 2 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “i” atau dengan rumus :  8-iBaris 3 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “a” atau dengan rumus : 8-aBaris 4 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “i” atau dengan rumus :  8-iBaris 5 : 8 suku kata dengan diakhiri huruf vokal “a” atau dengan rumus : 8…
Copyright © 2014 | Dhira | All Right Reserved |Power by Blogger
About Us|Privacy Policy|Disclaimer