Indahnya berbagi

Cara Kerja Alat Penangkal Petir Aktif (Elektrostatis)

Sob Dhira pernah lihat diatas rumah bertingkat sebatang besi atau tembaga yang ujungnya lancip mirip dengan tombak? itu adalah alat penangkal petir yang berfungsi untuk mengurangi efek sambaran petir terhadap bangunan tadi. Petir biasanyanya menyambar benda atau bangunan yang paling tinggi. Sambaran petir sangat berbahaya karena kilatan petir mengandung energi litrik yang tidak terukur karena besar sekali. Efek medan listriknya saja sudah bisa merusak alat-alat elektronik.

Penangkal petir yang biasa dipasang di rumah-rumah adalah penangkal petir jenis pasif atau konvensional. Penangkal petir ini bekerja jika ada petir yang menyambar energinya akan disalurkan ke ground atau tanah sehingga mengurangi kerusakan yang ditimbulkan. Penangkal petir pasif ini ditemukan oleh salah satu Presiden Amerika yaitu Benjamin Franklin. Kemudian dikembangkan lagi oleh Michael Faraday. Oleh karena itu penangkal petir pasif dibagi dua jenis yaitu pengnkal petir tipe Franklin dan tipe Faraday.

Penangkal Petir Aktif atau Elektrostatis

Penangkal petir konvensional ternyata memiliki beberapa kekurangan dalam menangkal petir. Para ahli kemudian mengembangkan lagi sistem penangkal petir yang dikenal dengan nama penangkal petir Aktif / Elektrostatis / Penangkal Petir Radius. Berbeda dengan penangkal petir konvensional, penangkal petir ini memiliki teknologi bersistem ESE (Early Streamer Emission) yang bersifat aktif. Di penangkal petir Aktif terdapat bagian yang disebut dengan Head Terminal. Bagian ini diberikan listrik statik yang berfungsi untuk menarik atau mengumpulkan ion-ion (+) dari tanah atau bumi, Ketika diawan terdapat ion-ion(-) yang akan berpotensi menimbulkan petir yang dahsyat, ion-ion (+) dari Head terminal akan menariknya sehingga petir kekuatannya berkurang atau bahkan tidak terbentuk atau terjadi.

Jika jangkauan Head Terminal tinggi maka akan semakin jauh radius perlindungannya.

Proses terjadinya petir
Tag : Info, tips
Back To Top