Indahnya berbagi

Puisi Perjuangan Karawang Bekasi

Karawang tercatat dalam sejarah kemerdekaan negara Republik Indonesia sebagai salah satu daerah tempat terjadinya peristiwa perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Berbagai peristiwa penting terjadi di Karawang. Tidak salah kalau Karawang selain dikenal sebagai Kota Lumbung Padi dikenal juga sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Salah satu sejarah perjuangan dalam merebut kemerdekaan yang terjadi antara daerah Karawang dan Bekasi tercatat dalam karya sastra yang terkenal yaitu Puisi Karawang Bekasi.

PUISI KARAWANG BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat

Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

(Yang Terempas dan Yang Putus, Pustaka Rakyat, 1949)


Pusi Karawang Bekasi diciptakan atau ditulis oleh Chairil Anwar

karawang bekasi chairil anwar
Chairil Anwar


Tag : School
Back To Top